Saturday, March 18, 2017

Budidaya Ikan Cupang Muriara

Potensi Budidaya Ikan Hias Di Indonesia : Ikan Cupang Mutiara

Hasil gambar untuk betta anabatoides 

A.   Definisi Ikang Cupang Mutiara

Ikan cupang mutiara atau yang bernama latin Betta anabatoides adalah ikan hias yang sering dijumpai di pasaran. Ikan cupang mutiara adalah salah satu dari 73 spesies ikan cupang. Dari 13 kelompok ikan cupang yang ada. Umumnya pecinta ikan cupang mengkategorikan Betta Anabatoides kedalam kategori ikan cupang alam.

1.      Nama ilmiah
Betta anabatoides (Bleeker, 1851)
2.      Nama populer
Pearly betta, Giant betta
3.      Nama lokal
Cupang mutiara, Ikan bettah
4.      Ciri umum
Bentuk badan silinder. Warna tubuh kuning – hijau zaitun. Di sisi tubuh terdapat beberapa noktah gelap. Sirip ekor ikan dewasa berbentuk lanset, beberapa jari tengah pada ikan muda melampaui pinggiran sirip ekor. Sirip anal belakang yang berwarna hijau mengalami pemanjangan. Terdapat sebuah garis warna di tengah kepala mulai dari ujung moncong ke arah belakang (melalui mata).
5.      Ukuran maksimum
12 cm
6.      Status
Asli. Kategori IUCN Red List Status Not Evaluated (Ref. 90363). Pemanfaatan di akuarium komersial. Hanya terlihat di pasar lokal.
7.      Distribusi/habitat
Kalimantan Barat, Kalimantan selatan, Barito bagian bawah( Kotawaringin),  Katingan, Sampit, Mantaya, dan Kahayan Basins di Kalimantan Tengah, Sumatra, Singapura. Biasanya hidup di perairan berarus lambat dengan kondisi air miliki pH 4,5 – 7,5; suhu 27–30°C di kedalaman hingga 1 m atau lebih.
8.      Keterangan
Bersifat bentopelagis yang diperoleh di perairan keruh yang alirannya lambat sampai 1,2 m atau di aliran air dari pertanian di darat/daerah hulu.
9.      Pemeliharaan
Disesuaikan dengan kondisi alami air dengan pH 4,5–7,5; kedalaman air sampai 1 meter dengan suhu 27–30°C. Bersifat karnivora hanya menyenangi makanan alami segar atau beku. Bersifat damai, dipelihara di dalam kelompok, dilengkapi dengan tumbuhan air.

B.   Persiapan Budidaya Ikan Cupang

1.      Mempersiapkan tempat atau kolam
Ikan cupang tidak perlu membutuhkan tempat yang besar cukup membutuhkan tempat yang sederhana dan minimalis dalam melakukan budidaya ikan cupang. Cukup dengan menyediakan baskom plastik atau dengan akuarium kecil dengan ukuran panjang 20 cm, tinggi 20 cm, serta lebar 20 cm, dan jangan lupa untuk menyediakan gelas plastik untuk wadah atau tempat ikan betina. Praktis dan mudah bukan? Baik, langsung saja ke tahap selanjutnya.

2.      Memilih bibit indukan ikan cupang
Setelah tempat atau wadah sudah di persiapkan, kemudian anda harus memilih bibit indukan cupang yang berkualitas. Untuk memilih induk yang berkualitas anda harus bisa memilih dengan cara memilih indukan yang berasal dari indukan yang berkualitas, memiliki pergerakan yang aktif atau lincah, tidak memiliki cacat fisik di bagian tubuh serta memiliki corak warna yang cerah. Untuk umur bibit indukan yang baik sebaiknya pilihlah bibit indukan yang sudah berumur 4 – 5 bulan, karena dengan umur sekian indukan sudah berada dalam masa gonad atau sering di sebut sudah siap untuk kawin.
Untuk membedakan indukan betina dan indukan pejantan pada budidaya ikan cupang anda bisa membedakan nya dengan cara melihat pergerakannya dan bentuk tubuhnya, untuk indukan pejantan anda bisa melihat dengan gerakannya yang lincah bentuk badan lebih besar, sirip lebih panjang dan warna cupang lebih cerah. Kemudian untuk betina nya sendiri memiliki gerakan yang sedikit lambat, sirip dan ekor pendek serta memiliki bentuk tubuh yang kecil dan berwarna sedikit kusam.
Kemudian untuk mengetahui indukan ikan sudah siap kawin bisa dilihat dari ciri-cirinya, untuk indukan betina ikan siap kawin terdapat bercak putih pada bagian kelamin nya, kemudian mempunyai sirip yang pendek dan gerakan nya semakin lambat serta di bagian perut agak buncit. Kemudian untuk mengetahui ciri indukan pejantan siap kawin biasanya gerakan nya sangat agresif dan lincah, serta warnanya akan terang dan cerah.

3.      Cara melakuakan pemijahan ikan cupang
Setelah mendapatkan bibit indukan cupang yang sudah dipilih dan sudah mengalami masa gonad kemudian proses selanjutnya dalam budidaya ikan cupang dengan pijahkan indukan cupang kedalam tempat atau kolam dari baskom atau akuarium kecil yang sudah anda sediakan, dan sediakan beberapa gelas plastik untuk tempat indukan betina cupang sebelum dikawinkan.
Untuk indukan pejantan cupang bisa anda kawin kan sebanyak 8 kali dalam kurun waktu 14 – 21 hari dan untuk indukan betina sebaiknya dikawinkan cukup satu kali saja, karena jika dikawinkan lebih dari 1 kali dapat mengakibatkan anak cupang akan berdominan ke berjenis kelamin betina, tentunya sangat merugikan untuk anda karena harga jual tinggi di pasaran adalah cupang pejantan.
Biasanya dalam satu kali kawin indukan betina cupang akan menghasilkan telur kurang lebih sebanyak 1000 butir telur. Telur yang sudah dibuahi oleh indukan pejantan akan menetas dalam waktu 24 jam. saat budidaya ikan cupang Tidak semua telur akan menetas dan bisa hidup hingga besar, cupang yang akan bisa hidup dan besar dalam masa satu kali kawin atau pemijahan biasa hanya mencapai 30 sampai 50 ekor saja.  Ini dikarenakan tingkat kematian ikan saat masa pembenihan akan sangat tinggi.
Cara pemijahan cupang sangat gampang, masukkan air kedalam wadah baskom atau akuarium kecil yang sudah melalui pengendapan terlebih dahulu, usahakan air yang di gunakan air dari sumur atau dari sungai kecil yang terbebas dari kaporit. Lakukan pengendapan sehari sebelum cupang akan dipijahkan. Masukkan air hingga mencapai ketinggan 15 – 20 cm didalam wadah baskom, jangan lupa untuk memberikan dedaunan atau tanaman air untuk ikan cupang berlindung.
Kemudian masukkan cupang indukan pejantan yang sudah siap kawin ke dalam baskom, biarkan sendirian di dalam baskom sampai mengeluarkan gelembung udara, gelembung tersebutlah yang berguna untuk menyimpan atau melindungi telur cupang. Agar gelembung ikan pejantan akan keluar secara cepat dalam budidaya ikan cupang, pancing dengan indukan betina dengan cara masukan indukan betina kedalam baskom dengan wadah gelas plastik.
Setelah indukan pejantan sudah mengeluarkan gelembung udara, maka masukan ikan betina dalam satu tempat atau kolam baskom. Biarkan ikan cupang kawin, proses pemijahan biasa nya memakan waktu kurang lebih 1 – 2 hari. Ikan pejantan akan mengeluarkan gelembung udaranya untuk memasukan telur ikan betina, setelah selesai masa pembuahan atau telur selesai di masukkan kedalam gelembung pada hari kedua pisahkan indukan betina dari tempat atau kolam baskom, biarkan indukan pejantan sendirian bersama telur cupang tersebut.
Usahakan saat masa pemijahan waktu budidaya ikan cupang tempat atau kolam baskom di tempatkan pada ruangan yang gelap, saat proses pemijahan jangan sampai kolam dipindahkan. Karena akan berakibat fatal. Bisa saja saat wadah baskom dipindahkan akan mengalami guncangan yang mengakibatkan telur jatuh dari gelembung udara indukan pejantan yang mengakibatkan telur gagal menetas atau busuk.

Gambar terkait

Pada masa ini, biarkan pejantan menunggu telur yang sudah dibuahi tanpa memberinya makan karena ikan pejantan akan berpuasa selama menjaga telur menetas hingga berumur 7–10 hari setelah telur menetas. Telur yang sudah dibuahi akan menetas dalam jangka waktu 1 hari, telur yang sudah menetas akan menjadi burayak.
Burayak atau bibit ikan cupang tidak perlu diberi makan hingga burayak telah berusia 3 hari setelah penetasan. Karena burayak atau bibit cupang masih membawa persediaan makanan yang terbawa dari telur.  Setelah memasuki umur tersebut berikan makan burayak atau bibit ikan dengan menggunakan kutu air atau jentik nyamuk dan lain sebagainya yang sudah terlebih dahulu disaring. Pada saat budidaya ikan cupang, jangan berlebihan memberikan pakan ikan pada burayak cupang karena akan mengakibatkan tumpukan sisa makanan yang dapat membuat burayak mengalami kematian.
Kemudian setelah burayak atau bibit cupang sudah berumur 10 – 14 hari, angkat indukan pejantan dan pindahkan bibit cupang ke tempat yang lebih besar, pindahkan bibit secara hati – hati guna mengurangi angka kematian bibit cupang. Setelah bibit dipindahkan anda bisa memberinya berupa jentik nyamuk, kutu air dan lain sebagainya dengan ukuran yang lebih besar atau bisa juga menggunakan air kol (air hasil rendaman sayuran kol). Setelah ikan berumur 6 minggu ikan bisa dibedakan mana cupang pejantan dan mana cupang betina. Pisahkan ikan jantan dan betina saat memasuki usia tersebut.

4.      Pemberian pakan yang baik
Untuk masalah pemberian pakan pada budidaya ikan cupang yang baik, anda bisa memberikan makanan favorit ikan cupang berupa cacing sutera, kutu air, dan larva atau jentik nyamuk. Pemberian pakan yang sangat baik bisa anda berikan sebanyak 3 – 4 kali dalam sehari, usahakan pemberian pakan pada ikan cupang berskala , sedikit demi sedikit asalkan rutin jauh lebih baik dari pada dengan memberi makan cupang dengan sekala yang besar.