Potensi Budidaya Ikan Hias Di Indonesia :
Ikan Cupang Mutiara
A. Definisi Ikang Cupang Mutiara
Ikan cupang mutiara atau yang bernama
latin Betta anabatoides adalah ikan hias yang sering dijumpai
di pasaran. Ikan cupang mutiara adalah salah satu dari 73 spesies ikan
cupang. Dari 13 kelompok ikan cupang yang ada. Umumnya pecinta ikan cupang
mengkategorikan Betta Anabatoides kedalam kategori ikan cupang alam.
1. Nama ilmiah
Betta anabatoides (Bleeker, 1851)
2. Nama populer
Pearly betta, Giant betta
3. Nama lokal
Cupang mutiara, Ikan bettah
4. Ciri umum
Bentuk badan silinder. Warna tubuh kuning – hijau
zaitun. Di sisi tubuh terdapat beberapa noktah gelap. Sirip ekor ikan dewasa
berbentuk lanset, beberapa jari tengah pada ikan muda melampaui pinggiran sirip
ekor. Sirip anal belakang yang berwarna hijau mengalami pemanjangan. Terdapat
sebuah garis warna di tengah kepala mulai dari ujung moncong ke arah belakang
(melalui mata).
5. Ukuran maksimum
12 cm
6. Status
Asli. Kategori IUCN
Red List Status Not Evaluated (Ref. 90363). Pemanfaatan di akuarium
komersial. Hanya terlihat di pasar lokal.
7. Distribusi/habitat
Kalimantan Barat, Kalimantan selatan, Barito bagian
bawah( Kotawaringin), Katingan, Sampit,
Mantaya, dan Kahayan Basins di Kalimantan Tengah, Sumatra, Singapura. Biasanya
hidup di perairan berarus lambat dengan kondisi air miliki pH 4,5 – 7,5; suhu
27–30°C di kedalaman hingga 1 m atau lebih.
8. Keterangan
Bersifat bentopelagis yang diperoleh di perairan keruh
yang alirannya lambat sampai 1,2 m atau di aliran air dari pertanian di
darat/daerah hulu.
9. Pemeliharaan
Disesuaikan dengan kondisi alami air dengan pH 4,5–7,5;
kedalaman air sampai 1 meter dengan suhu 27–30°C. Bersifat karnivora hanya
menyenangi makanan alami segar atau beku. Bersifat damai, dipelihara di dalam
kelompok, dilengkapi dengan tumbuhan air.
B. Persiapan Budidaya Ikan Cupang
1. Mempersiapkan tempat atau kolam
Ikan cupang tidak perlu membutuhkan tempat yang besar
cukup membutuhkan tempat yang sederhana dan minimalis dalam melakukan budidaya
ikan cupang. Cukup dengan menyediakan baskom plastik atau dengan akuarium kecil
dengan ukuran panjang 20 cm, tinggi 20 cm, serta lebar 20 cm, dan jangan lupa
untuk menyediakan gelas plastik untuk wadah atau tempat ikan betina. Praktis
dan mudah bukan? Baik, langsung saja ke tahap selanjutnya.
2. Memilih bibit indukan ikan cupang
Setelah tempat atau wadah sudah di persiapkan,
kemudian anda harus memilih bibit indukan cupang yang berkualitas. Untuk
memilih induk yang berkualitas anda harus bisa memilih dengan cara memilih
indukan yang berasal dari indukan yang berkualitas, memiliki pergerakan yang
aktif atau lincah, tidak memiliki cacat fisik di bagian tubuh serta memiliki
corak warna yang cerah. Untuk umur bibit indukan yang baik sebaiknya pilihlah
bibit indukan yang sudah berumur 4 – 5 bulan, karena dengan umur sekian indukan
sudah berada dalam masa gonad atau sering di sebut sudah siap untuk kawin.
Untuk membedakan indukan betina dan indukan pejantan
pada budidaya ikan cupang anda bisa membedakan nya dengan cara melihat
pergerakannya dan bentuk tubuhnya, untuk indukan pejantan anda bisa melihat
dengan gerakannya yang lincah bentuk badan lebih besar, sirip lebih panjang dan
warna cupang lebih cerah. Kemudian untuk betina nya sendiri memiliki gerakan
yang sedikit lambat, sirip dan ekor pendek serta memiliki bentuk tubuh yang
kecil dan berwarna sedikit kusam.
Kemudian untuk mengetahui indukan ikan sudah siap
kawin bisa dilihat dari ciri-cirinya, untuk indukan betina ikan siap kawin
terdapat bercak putih pada bagian kelamin nya, kemudian mempunyai sirip yang
pendek dan gerakan nya semakin lambat serta di bagian perut agak buncit.
Kemudian untuk mengetahui ciri indukan pejantan siap kawin biasanya gerakan nya
sangat agresif dan lincah, serta warnanya akan terang dan cerah.
3. Cara melakuakan pemijahan ikan cupang
Setelah mendapatkan bibit indukan cupang yang sudah
dipilih dan sudah mengalami masa gonad kemudian proses selanjutnya dalam budidaya
ikan cupang dengan pijahkan indukan cupang kedalam tempat atau kolam dari
baskom atau akuarium kecil yang sudah anda sediakan, dan sediakan beberapa
gelas plastik untuk tempat indukan betina cupang sebelum dikawinkan.
Untuk indukan pejantan cupang bisa anda kawin kan
sebanyak 8 kali dalam kurun waktu 14 – 21 hari dan untuk indukan betina
sebaiknya dikawinkan cukup satu kali saja, karena jika dikawinkan lebih dari 1 kali
dapat mengakibatkan anak cupang akan berdominan ke berjenis kelamin betina,
tentunya sangat merugikan untuk anda karena harga jual tinggi di pasaran adalah
cupang pejantan.
Biasanya dalam satu kali kawin indukan betina cupang
akan menghasilkan telur kurang lebih sebanyak 1000 butir telur. Telur yang
sudah dibuahi oleh indukan pejantan akan menetas dalam waktu 24 jam. saat
budidaya ikan cupang Tidak semua telur akan menetas dan bisa hidup hingga
besar, cupang yang akan bisa hidup dan besar dalam masa satu kali kawin atau
pemijahan biasa hanya mencapai 30 sampai 50 ekor saja. Ini dikarenakan tingkat kematian ikan saat
masa pembenihan akan sangat tinggi.
Cara pemijahan cupang sangat gampang, masukkan air
kedalam wadah baskom atau akuarium kecil yang sudah melalui pengendapan
terlebih dahulu, usahakan air yang di gunakan air dari sumur atau dari sungai
kecil yang terbebas dari kaporit. Lakukan pengendapan sehari sebelum cupang akan
dipijahkan. Masukkan air hingga mencapai ketinggan 15 – 20 cm didalam wadah
baskom, jangan lupa untuk memberikan dedaunan atau tanaman air untuk ikan
cupang berlindung.
Kemudian masukkan cupang indukan pejantan yang sudah
siap kawin ke dalam baskom, biarkan sendirian di dalam baskom sampai
mengeluarkan gelembung udara, gelembung tersebutlah yang berguna untuk menyimpan
atau melindungi telur cupang. Agar gelembung ikan pejantan akan keluar secara
cepat dalam budidaya ikan cupang, pancing dengan indukan betina dengan cara
masukan indukan betina kedalam baskom dengan wadah gelas plastik.
Setelah indukan pejantan sudah mengeluarkan gelembung
udara, maka masukan ikan betina dalam satu tempat atau kolam baskom. Biarkan
ikan cupang kawin, proses pemijahan biasa nya memakan waktu kurang lebih 1 – 2
hari. Ikan pejantan akan mengeluarkan gelembung udaranya untuk memasukan telur
ikan betina, setelah selesai masa pembuahan atau telur selesai di masukkan
kedalam gelembung pada hari kedua pisahkan indukan betina dari tempat atau
kolam baskom, biarkan indukan pejantan sendirian bersama telur cupang tersebut.
Usahakan saat masa pemijahan waktu budidaya ikan
cupang tempat atau kolam baskom di tempatkan pada ruangan yang gelap, saat
proses pemijahan jangan sampai kolam dipindahkan. Karena akan berakibat fatal.
Bisa saja saat wadah baskom dipindahkan akan mengalami guncangan yang
mengakibatkan telur jatuh dari gelembung udara indukan pejantan yang
mengakibatkan telur gagal menetas atau busuk.
Pada masa ini, biarkan pejantan menunggu telur yang
sudah dibuahi tanpa memberinya makan karena ikan pejantan akan berpuasa selama
menjaga telur menetas hingga berumur 7–10 hari setelah telur menetas. Telur
yang sudah dibuahi akan menetas dalam jangka waktu 1 hari, telur yang sudah
menetas akan menjadi burayak.
Burayak atau bibit ikan cupang tidak perlu diberi
makan hingga burayak telah berusia 3 hari setelah penetasan. Karena burayak
atau bibit cupang masih membawa persediaan makanan yang terbawa dari
telur. Setelah memasuki umur tersebut
berikan makan burayak atau bibit ikan dengan menggunakan kutu air atau jentik
nyamuk dan lain sebagainya yang sudah terlebih dahulu disaring. Pada saat
budidaya ikan cupang, jangan berlebihan memberikan pakan ikan pada burayak
cupang karena akan mengakibatkan tumpukan sisa makanan yang dapat membuat
burayak mengalami kematian.
Kemudian setelah burayak atau bibit cupang sudah
berumur 10 – 14 hari, angkat indukan pejantan dan pindahkan bibit cupang ke
tempat yang lebih besar, pindahkan bibit secara hati – hati guna mengurangi
angka kematian bibit cupang. Setelah bibit dipindahkan anda bisa memberinya
berupa jentik nyamuk, kutu air dan lain sebagainya dengan ukuran yang lebih
besar atau bisa juga menggunakan air kol (air hasil rendaman sayuran kol). Setelah
ikan berumur 6 minggu ikan bisa dibedakan mana cupang pejantan dan mana cupang
betina. Pisahkan ikan jantan dan betina saat memasuki usia tersebut.
4. Pemberian pakan yang baik
Untuk masalah pemberian pakan pada budidaya ikan cupang yang baik, anda
bisa memberikan makanan favorit ikan cupang berupa cacing sutera, kutu air, dan
larva atau jentik nyamuk. Pemberian pakan yang sangat baik bisa anda berikan
sebanyak 3 – 4 kali dalam sehari, usahakan pemberian pakan pada ikan cupang
berskala , sedikit demi sedikit asalkan rutin jauh lebih baik dari pada dengan
memberi makan cupang dengan sekala yang besar.